Oktober 2011, Pertumbuhan Penjualan Semen Capai 16.9%

Tabel Penjualan Semen Domestik per Wilayah tahun 2010-2011

Meskipun berbagai kendala dari sisi distribusi masih terus membayangi kelancaran penjulan semen di dalam negeri, namun penjualan semen tetap menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dengan pertumbuhan sebesar 16.9% untuk periode Januari – Oktober 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 dengan volume sebesar 38,9 juta ton. Sementara pada bulan Oktober penjualan semen mencapai 4,6 juta ton dengan tingkat pertumbuhan sebesar 21.5% apabila dibandingkan dengan bulan September 2011, hal ini merupakan rekor tersendiri selama 5 tahun terakhir penjualan semen di Indonesia.

Secara umum peningkatan penjualan semen tersebut dipicu oleh tingginya permintaan pasar untuk pembangunan sektor properti dan perumahan-perumahan yang dilakukan kontraktor swasta, sementara untuk pembangunan infrastruktur beberapa proyek besar boleh dibilang baru dimulai beberapa bulan belakangan ini.

Di wilayah Sumatera pembangunan beberapa fasilitas olah raga sebagai pendukung kegiatan Sea Games di Palembang, PON di Riau menjadikan pemicu tingginya penjualan semen di wilayah tersebut. Selain beberapa proyek lainnya seperti pembangunan bandara di Kualanamu juga masih terus berjalan meskipun agak perlahan.

Sedangkan di Jawa terutama DKI, Jabar dan Banten, pembangunan berbagai jenis properti seperti perumahan, apartemen, dan mal terus menunjukkan peningkatan sehingga permintaan akan semen pun terus melambung tinggi dengan pertumbuhan sampai dengan Oktober pada masing-masing daerah tersebut adalah sebesar 25.5%, 37.4% dan 22.6%. Pada bulan Oktober penjualan semen di Jawa mencapai 2,6 juta ton dan hingga sepuluh bulan terakhir pertumbuhannya sudah mencapai 20.1% bila dibandingkan dengan tahun 2010. Beberapa catatan penting yang sering menjadi masalah dalam pendistribusian semen di wilayah ini adalah adanya pembatasan angkutan semen terutama untuk truk pengangkut yang melewati jalan tol dalam kota di Jakarta dan juga tingginya antrian bongkar muat di beberapa pelabuhan di Jawa seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak.

Diluar Jawa dan Sumatera, pertumbuhan penjualan semen juga masih terasa cukup tinggi seperti di Kalimantan 15.6%, Sulawesi 15.3% serta Bali-Nustra 13.7%. Sementara diujung timur Indonesia yaitu di Maluku dan Papua penjualan semen menunjukkan penuruhan sebesar 27.4% yang antara lain disebabkan sulitnya untuk mendapatkan kapal pengangkut semen ke wilayah tersebut.

sumber: Kemenperin dan ASI

Advertisements

Penjualan Semen di Kalimantan tumbuh 11.5%

Sampai dengan Agustus 2011 penjualan semen di wilayah Kalimantan menunjukkan peningkatan sebesar 11% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.

Tingginya kegiatan ekonomi di Kalimantan menjadi pendorong utama tingginya konsumsi semen di wilayah ini. Selain itu kegiatan-kegiatan lain di sektor pertambangan, perkebunan dan pengolahan mineral juga turut serta menjadi pemicu pembangunan fisik.

Grafik tren penjualan semen di Kalimantan tahun 2007-2011

Grafik berikut adalah merupakan gambaran tren penjualan semen di Kalimantan sejak tahun 2007 hingga 2011, dimana dalam grafik terlihat peningkatan yang cukup tinggi di tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010.

Jika dirinci pada setiap wilayah di Kalimantan, maka Kalbar adalah wilayah tertinggi peningkatannya yaitu sebesar 30.6%, Kalsel 12.4%, Kalteng 5.5%, dan Kaltim 2.7%.

Diperkirakan hingga akhir tahun 2011, angka pertumbuhan konsumsi semen di Kalimantan akan mencapai kisaran 10% seperti yang pernah diproyeksikan sebelumnya.

sumber : data Kementerian Perindustrian dan ASI yang diolah.

Penjualan Semen Agustus 2011

Seperti diprediksi sebelumnya, penjualan semen dalam negeri secara umum pada bulan Agustus 2011 ini ‘melorot’ tajam bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penurunan hingga 18%  ini disebabkan karena bersamaan dengan bulan puasa yang dilanjutkan dengan libur lebaran. Namun apabila dibandingkan dengan bulan Agustus 2010 angka volumenya tidak mengalami perbedaan yang signifikan. Sedangkan secara komulatif selama 8 bulan, penjualan semen di dalam negeri masih menunjukkan peningkatan yang tinggi, yaitu mencapai 13%.

Sampai dengan bulan Agustus 2011, daerah-daerah yang terus menunjukkan peningkatan antara lain Jawa 15%, Sumatera 12%, Kalimantan 11.5%, Sulawesi 13%, Bali-Nustra 9%, dan hanya Maluku-Papua saja yang mengalami penurunan sebesar 11%.

Sumber: ASI dan Perindustrian.