Konsumsi Semen di Jawa Mencapai 19.2%

Pada periode Januari hingga September 2011, angka konsumsi semen khususnya di wilayah pulau Jawa menunjukkan tingkat pertumbuhan yang begitu tinggi bila dibandingkan dengan angka pada tahun 2010. Pertumbuhan yang dicapai pada periode tersebut adalah sebesar 19.2% dengan volume sebesar 18,8 juta ton, dimana tahun 2010 volume konsumsi semen semen di Jawa adalah sebesar 15,8 juta ton untuk periode Januari hingga September.

Peningkatan konsumsi yang terbesar di Jawa terutama dipicu tingginya tingkat   pembangunan pada sektor properti terutama pada pembangunan gedung-gedung perkantoran dan perumahan (apartemen) seperti yang terjadi pada sebagian wilayah di Jabodetabek. Tingkat pertumbuhan konsumsi semen di Banten seperti terlihat pada tabel adalah mencapai 35.7% dan di Jakarta mencapai 26.1%. Sedangkan DIY 24.8%, Jabar 21.5% dan Jateng 17.7%. Sementara itu untuk wilayah Jatim pertumbuhannya hanya mencapai 6.6%.

Secara umum peningkatan konsumsi semen di Jawa memang menunjukkan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi, dan hal ini pula yang menjadi pemicu tingginya pertumbuhan semen secara nasional karena memang dari sisi volume konsumsi di Jawa adalah yang terbesar bila dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia.

Dalam tiga bulan kedepan tingkat pertumbuhan konsumsi semen di Jawa diprediksi masih sangat tinggi, mengingat beberapa proyek pembangunan infrastruktur sebagian besar telah dimulai ditambah pula oleh masih terus berlanjutnya pembangunan yang dilakukan oleh pihak swasta seperti pada sektor properti dan perumahan yang akan semakin membuat tingkat permintaan semen melambung.

Hal inilah yang membuat beberapa pemain besar seperti Indocement, Holcim dan Gresik, terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan produksinya agar tetap menjadi ‘leader market’ di wilayah Jawa, mengingat potensi pasar yang ada di Jawa masih akan terus bertumbuh.

sumber data: Kemenperin dan ASI

Advertisements

Jan-Ags 2011, Pertumbuhan Penjualan Semen Masih diatas 10%

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kemenperin dan ASI, penjualan semen dalam negeri pada periode Januari hingga Agustus 2011 masih menunjukkan persentase yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010. Peningkatan selama 8 bulan ini mencapai 13,1%, yang masih diatas angka estimasi yang pernah direalease sebelumnya yaitu 10%.

Jika diamati angka pertumbuhan yang dicapai masing-masing perusahaan pada periode Januari – Agustus tahun 2011 ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010, beberapa produsen membukukan penjualan yang sangat tinggi antara lain:  Holcim 30% dan Bosowa 21%.  Kemudian diikuti oleh Indocement 13%, Andalas 11% dan Baturaja 10%. Sedangkan Gresik Grup yang saat ini sedang melakukan pengembangan pabrik-pabrik barunya,  pertumbuhannya hanya dibawah 10%,  masing-masing Tonasa 9%, Gresik 7%, serta Padang 6%.

 

 

Industri Semen Mendukung Program Infrastruktur 2011

pembangunan jalan layang dalam kota

Pemerintah berniat menggenjot pembangunan proyek infrastruktur yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 7% per tahun. Dana yang dianggarkan mencapai Rp.126 triliun, dan untuk pertama kalinya Kementerian PU mendapat jatah anggaran terbesar, mengalahkan Kementerian Pendidikan yang selama ini mendapat jatah anggaran terbesar. Beberapa proyek besar yang dibangun menggunakan anggaran tersebut antara lain:

  1. Preservasi jalan nasional sepanjang 35.058,94km.
  2. Preservasi jembatan sepanjang 121.026,71km.
  3. Pembentukan Jabodetabek Transportation Authority (JTA).
  4. Peningkatan kapasitas jalan tol sepanjang 120,35km (RPJMN 2010-2014).
  5. Penyelesaian pengadaan tanah dan konstruksi untuk tol Trans Jawa.
  6. Revisi dan pemutakhiran master plan untuk transportasi Jabodetabek.
  7. Pembangunan konstruksi jalur MRT Lebak Bulus – Hotel Indonesia.
  8. Penuntasan pembiyaan KA Monirel dan melakukan tender kepada investor.
  9. Pembangunan sisa segmen Prupuk-Purwokerto, pelaksanaan konstruksi segmen Cirebon-Prupuk dan Purwokerto-Kroya dan pelaksanaan konstruksi proyek Kutoarjo-Kroya untuk Proyek kereta api double track.
  10. Pengembangan Bandara A.Yani (Semarang), Bandara Samarinda Baru, Bandara Internasional Ngurah Rai, Bandara Sorong, serta bandara untuk angkutan perintis di Kepulauan Maluku dan Papua.
  11. Penyelesaian Bandara Tampa Padang (Mamuju) dan Bandara Internasional Lombok.

Sementara itu proyek yang tengah berjalan saat ini adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2x1000MW di Jawa Tengah, pelaksanaan tender proyek sistem penyediaan air minum Umbulan – Jawa Timur dan proyek pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Infrastruktur sumber daya air juga akan ditekankan pada penyelesaian Waduk Gonggang di daerah aliran sungai Bengawan Solo dan Banjir Kanal Timur (BKT).

Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktur Industri Kimia Hilir mengatakan, apabila program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Pemerintah pada 2011 berjalan lancar, kondisi tersebut akan meningkatkan kebutuhan semen nasional sebesar 10%.

Dengan peluang yang terbuka lebar maka beberapa produsen semen melakukan ekspansi antara lain:

pembangunan pabrik semen Gresik di Tuban

Semen Gresik Group, membangun pembangkit listrik dan pabrik baru dalam rangka percepatan penambahan kapasitas produksi, yaitu pembangunan pabrik baru Semen Gresik di Tuban dengan kapasitas 2,5 juta ton dan Semen Tonasa dengan kapasitas 2,5 juta ton di Pangkep. Sementara itu pabrik Semen Padang juga sedang melakukan modifikasi lini produksi guna menambah kapasitas pabrik sebesar 860 ribu ton pada tahun ini. Diperkirakan jika seluruh proyek pembangunan selesai pada tahun 2012, maka Semen Gresik Group akan memiliki kapasitas terpasang 20juta ton.

pabrik Indocement Tunggal Prakarsa

Indocement Tunggal Prakarsa, yang juga merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia ini sedang melakukan penambahan kapasitas cement mill-nya sebesar 1,5 juta ton yang berlokasi di Cirebon.  Selain itu pihak perusahaan juga akan segera membangun pabrik baru yang berlokasi di Citeureup dengan kapasitas 2 juta ton yang pembangunannya dimulai pada tahun ini dan dijadwalkan selesai pada tahun 2012.

pabrik Holcim Indonesia

Holcim Indonesia, untuk menunjang kinerja perusahaan yang sekarang ini telah memiliki dua pabrik yang masing-masing berlokasi di Narogong dan Cilacap, maka tahun ini perusahaan melakukan penambahan kapasitas pabrik sebesar 2 juta ton dengan membangun pabrik baru yang berlokasi di Tuban Jawa Timur, pabrik tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2013 mendatang.

pabrik Semen Bosowa Maros

Semen Bosowa Maros, meningkatkan kapasitas produksi dari 1,8 juta ton menjadi 3,8 juta ton per tahun dengan menambah unit pabrik penggilingan semen, selain itu perusahaan swasta nasional ini juga berencana akan membangun beberapa pabrik baru.

pabrik Semen Baturaja

Semen Baturaja, akan membangun pabrik penggilingan semen baru, sehingga kemampuan produksi pabrik akan bertambah menjadi 1,8 juta ton.

pabrik Lafarge Cement Indonesia

pabrik Semen Kupang

Sementara itu pada pertengahan tahun 2011 ini ada dua pabrik semen yang beroperasi kembali yaitu Lafarge Cement Indonesia (d/h Semen Andalas Indonesia) yang pada tahun 2004 hancur akibat terjangan tsunami di Aceh, dan pabrik lainnya adalah Semen Kupang yang pada tahun 2009 berhenti beroperasi akibat kesulitan finansial. Walaupun belum berjalan normal, namun kini kedua pabrik tersebut telah bisa menghasilkan produk semen untuk melayani pasar masing-masing.