12.6% Peningkatan Penjualan Semen di Sulawesi

Grafik tren penjualan semen di Sulawesi tahun 2007-2011

Pertumbuhan yang positif juga terjadi di wilayah Sulawesi, dimana hingga bulan Agustus 2011 ini penjualan semen meningkat sebesar 12.6% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.

Peningkatan tertinggi terjadi di Sulbar sebesar 21.6%, yang diikuti oleh Sulteng 16.2%, Sulut 14.8%, Sulsel 12.6%, Gorontalo 10.8%, serta Sultera 4.6%.

Maraknya pembangunan di sektor properti serta perumahan lebih banyak mempengaruhi penjualan semen di Sulawesi.

Selain itu sudah dimulainya beberapa proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan non tol yang memang menjadi fokus utama pembangunan di Sulawesi mengingat sebagian besar ruas jalan yang ada sekarang ini kondisinya sudah tidak layak lagi. Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor mengapa tingkat pertumbuhan konsumsi semen menjadi tinggi.

sumber: data Kementerian Perindustrian dan ASI yang diolah.

Advertisements

Penjualan Semen Agustus 2011

Seperti diprediksi sebelumnya, penjualan semen dalam negeri secara umum pada bulan Agustus 2011 ini ‘melorot’ tajam bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penurunan hingga 18%  ini disebabkan karena bersamaan dengan bulan puasa yang dilanjutkan dengan libur lebaran. Namun apabila dibandingkan dengan bulan Agustus 2010 angka volumenya tidak mengalami perbedaan yang signifikan. Sedangkan secara komulatif selama 8 bulan, penjualan semen di dalam negeri masih menunjukkan peningkatan yang tinggi, yaitu mencapai 13%.

Sampai dengan bulan Agustus 2011, daerah-daerah yang terus menunjukkan peningkatan antara lain Jawa 15%, Sumatera 12%, Kalimantan 11.5%, Sulawesi 13%, Bali-Nustra 9%, dan hanya Maluku-Papua saja yang mengalami penurunan sebesar 11%.

Sumber: ASI dan Perindustrian.