Triwulan-3 tahun 2011, Penjualan Semen Masih Tinggi

Penjualan semen domestik pada triwulan-3 tahun 2011 masih terlihat cukup tinggi dan diprediksi akan terus bertumbuh seiring dengan mulai bergeraknya pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah di Indonesia dan semakin tingginya pertumbuhan pembangunan pada sektor properti dan perumahan.

Jika diamati perkembangan angka penjualan semen per triwulan tahun 2011, sangatlah terlihat bahwa permintaan semen di dalam negeri sangat tinggi karena rata-rata pada setiap triwulan mencapai angka diatas 10 juta ton atau bahkan mendekati angka 12 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tahun 2010 yang hanya berada pada kisaran angka 8-9 juta ton setiap triwulannya. Apabila kondisi seperti ini berlangsung terus hingga akhir tahun 2011, maka bisa diperkirakan bahwa hingga akhir tahun ini penjualan semen akan mencapai angka pertumbuhan diatas 12% atau dengan volume yang hampir mendekati 45 juta ton.

Hal tersebut perlu menjadi perhatian bagi para pemain industri semen, mengingat perhitungan yang ada bahwa kapasitas terpasang nasional industri semen adalah lebih kurang 50 juta ton, artinya hanya ada tersisa 5 juta ton sebagai cadangan untuk memenuhi permintaan pasar di dalam negeri. Jika tahun ini permintaan semen diperkirakan mencapai 45 juta ton dan tahun 2012 permintaan semen diproyeksikan mengalami pertumbuhan 10% atau sebesar 50 juta ton, maka kemungkinan besar Indonesia akan mengalami ‘shortage‘ semen jika tidak ada penambahan ataupun peningkatan dari kapasitas terpasang yang ada sekarang ini.

Selain itu juga diperlukan dukungan yang kuat dari Pemerintah untuk terus mendorong tingkat investasi pada industri semen, baik dengan jalan memberikan kemudahan-kemudahan dari sisi perizinan maupun dari pemberian insentif lainnya, agar para investor merasa nyaman berinvestasi pada industri semen, mengingat membangun sebuah pabrik semen sangat dibutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Besar harapan masyarakat bahwa dengan tingkat konsumsi semen dalam negeri yang semakin tinggi juga didukung dengan ketersediaannya pasokan yang tepat waktu dan tentunya juga dengan harga yang terjangkau.

sumber data: Kemenperin dan ASI.

 

 

 

 

Penguasaan Pasar Semen Domestik – Semester 1 2011

Pasar semen domestik pada semester 1 tahun 2011 ini masih didominasi oleh 3 pemain terbesar industri semen di Indonesia seperti SGGroup (SG 21%, SP 12%, ST 8%), Heidelberger (ITP 31%) dan Holcim Indonesia (HI 15%). Sedangkan sisanya dikuasai oleh Lafarge (SAI 4%), Bosowa (SBM 6%) dan Baturaja (SB 3%).  Sementara 1 pabrik lagi yang rencananya akan beroperasi kembali adalah Semen Kupang (SK) yang diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2011 ini.

Secara umum penguasaan oleh ketiga perusahaan terbesar adalah masih di wilayah pulau Jawa yang konsumsi semennya diperkirakan mencapai 60% dari total konsumsi semen nasional, dimana ketiganya pada tahun ini pula melakukan penambahan kapasitas produksi dengan melakukan pembangunan pabrik baru yang berlokasi di pulau Jawa dan diperkirakan pembangunannya selesai pada 2-3 tahun mendatang.