Ekspor – Impor Semen Dunia tahun 2010

Grafik 10 Negara pengekspor semen terbesar tahun 2010

Perdagangan semen internasional (termasuk klinker) tahun 2010 mencapai 151 juta ton, lebih rendah dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut sama dengan 5% dari produksi semen dunia. Sejumlah 3,1 miliar ton (95%) merupakan konsumsi domestik yang artinya hanya diperdagangkan di pasaran lokal. Hal ini dapat dimengerti karena sifat fisik yang bulky dan berat per satuan akan membutuhkan biaya transport yang tinggi. Dibandingkan tahun sebelumnya, perdagangan semen ini turun 6%. Perdagangan semen internasional ini termasuk klinker yang berjumlah 70 juta ton. Krisis global tahun 2008 juga masih menyebabkan turunnya volume perdagangan semen internasional. Sejumlah 15 juta ton (70%) dari total perdagangan semen global diperdagangkan melalui laut. Pada grafik memperlihatkan China tidak lagi pada posisi nomor satu untuk ekspor semen dan klinker terbesar dengan jumlah kurang dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 16,6 juta ton. Posisi pertama diduduki oleh Turki dengan ekspornya sejumlah 19 juta ton,  disusul Thailand 14,4 juta ton, Jepang masih cukup stabil dengan jumlah ekspor sebesar 10 juta ton pada urutan keempat. Kemudian diikuti oleh Pakistan dengan jumlah ekspor sebesar 9,7 juta ton pada posisi kelima. Sementara Indonesia pada tahun ini hanya membukukan 2,9 juta ton melorot pada posisi ke 15 sebegai negara eksportir semen di dunia.

Grafik 10 negara importir semen terbesar dunia tahun 2010

Amerika Serikat tidak lagi menjadi negara importir semen terbesar di dunia. Posisi importi semen dan klinker terbesar pada tahun 2010 dipegang oleh Bangladesh dengan jumlah 12,5 juta ton. Importir terbesar kedua adalah Nigeria dengan jumlah impor 7,3 juta ton diikuti oleh Amerika Serikat pada posisi ketiga dengan jumlah 5,6 juta ton dan Irak 5 juta ton pada posisi keempat. Afghanistan dan Singapura masing-masing dengan 4,7 juta ton dan 4,3 juta ton pada posisi enam dan lima. Posisi berikutnya dipegang oleh Taiwan, Angola, Belanda, dan Italia dengan impornya diatas 3 juta ton. Pada beberapa negara seperti Belanda kemungkinan besar impor tersebut tidak dikonsumsi sendiri akan tetapi sebagian diteruskan ke negara tetangga, karena konsumsi domestiknya lebih rendah dari jumlah yang diimpor.

 

Sumber: International Cement Review.

Advertisements

Kondisi Industri Semen di Dunia

Menurut International Cement Review, konsumsi semen dunia tahun 2010 diperkirakan tumbuh 9.9% menjadi 3,3 miliar ton. Jika pada tahun 2008 konsumsi semen menurun 2.4% menjadi 2,8 miliar ton akibat krisis global yang dipicu oleh krisis moneter di Amerika Serikat, maka pada tahun 2009 konsumsi semen kembali bangkit dan tumbuh 5.9% menjadi 3,0 miliar ton dan terus tumbuh pada tahun-tahun berikutnya. Tahun 2012 diperkirakan konsumsi semen dunia akan mencapai 3,9 miliar ton. Pertumbuhan yang positif ini didorong oleh kenaikan konsumsi semen yang tinggi di beberapa negara berkembang di dunia, yang disebabkan oleh meningkatnya tingkat pendapatan dan fokus pada pembangunan infrastruktur.

Salah satu pabrik semen di China

China, tetap menjadi negara yang mengkonsumsi semen global dengan jumlah permintaannya di tahun 2010 adalah sebesar 1,8 miliar ton. India, pada posisi kedua dengan jumlah konsumsi sebesar 290 juta ton. Meskipun kecil, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Vietnam dan Uni Emirat Arab semua diharapkan untuk mencatat pertumbuhan konsumsi semen pertahun yang cukup signifikan.

Pada negera-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat, penjualan semen akan meningkat dibawah pertubuhan rata-rata konsumsi semen dunia. Di Amerika Serikat misalnya, pasar diharapkan membaik karena adanya kegiatan pemulihan bangunan tempat tinggal, serta pengeluaran pemerintah yang besa rpada sektor konstruksi di tahun 2011. Di Eropa Barat, meningkatnya kegiatan pembangunan akan menguntungkan pasar semen di negara-negara seperti Jerman dan Portugal. Demikian pula, peningkatan anggaran untuk sektor konstruksi di Jepang akan membantu meningkatkan pertumbuhan konsumsi semen dunia secara keseluruhan.

Produksi Semen, Kapasitas produksi semen dunia pada tahun 2010 mencapai 3,5 miliar ton per tahun, tidak termasuk kapasitas produksi pabrik-pabrik semen tua yang ada di China. Sedangkan produksi mencapai 3,3 miliar ton atau 94% dari kapasitas yang telah digunakan. Data ini mencakup 149 negara produsen semen tidak termasuk 17 negara yang tidak mempunyai pabrik semen. Kapasitas tersebut mencakup 2,360 pabrik semen terintegrasi termasuk 1,000 pabrik semen modern di China. industrisemendunia

Konsumsi Semen, Pertumbuhan konsumsi semen dunia di tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 28% selama kurun waktu lima tahun terakhir. Pada tahun 2008 pertumbuhan konsumsi semen dunia mengalami perlambatan yang disebabkan oleh karena terjadinya krisis moneter yang melanda hampir seluruh negara-negara di dunia dengan kenaikan konsumsi sebesar 2.4% dibanding tahun sebelumnya. Namun di tahun 2010 konsumsi semen dunia mencapai kenaikan sebesar 10% dibandingkan dengan tahun 2009.

Perusahaan Semen Global, Perusahaan-perusahaan global terbesar yang semula diduduki oleh Lafarge Group digeser oleh Holcim Group yang menguasai kapasitas produksi semen sebesar 212 juta ton/tahun dengan volume penjualannya di tahun 2010 mencapai 137 juta ton. Lafarge Group dengan kapasitas produksi 199 juta ton dengan volume penjualan mencapai 141 juta ton. Heidelberg Cement tetap menduduki posisi ketiga dengan kapasitas produksi yang dikuasainya sebesar 112 juta ton dengan volume penjualan tahun 2010 mencapai 78 juta ton. Cemex pada posisi ke empat dengan kapasitas produksi sebesar 97 juta ton dengan volume penjualan tahun 2010 sebesar 66 juta ton.

Sumber : World Cement Review dan Asosiasi Semen Indonesia.

Ekspor Semen dari Indonesia Terus Menurun

Seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan semen domestik, penjualan semen untuk pasar ekspor dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini menunjukkan tren penurunan yang cukup drastis.

Pada tahun 2009, rata-rata ekspor semen dari Indonesia perbulan bisa mencapai 180 ribu ton, demikian juga pada tahun 2010. Namun dengan terus meningkatnya kebutuhan semen di dalam negeri maka sebagian besar alokasi semen untuk pasar ekspor lambat laun terus menunjukkan penurunan sebagaimana terlihat pada grafik diatas.

Pada tahun 2011 ini pada periode Januari hingga Agustus penjualan semen untuk ekspor hanya berkisar 170 ribu ton saja, beberapa produsen semen malah sudah tidak melakukan ekspor semen sama sekali dan lebih berkonsentrasi untuk penjualan di dalam negeri.

Industri Semen di ASEAN

Grafik-grafik diatas tersebut adalah gambaran konsumsi semen domestik yang terjadi di beberapa negara anggota ASEAN antara tahun 2005-2009. Pada gambar tersebut kondisi Indonesia masih cukup bagus apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Hal yang menarik adalah apa yang terjadi di Vietnam, yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini peningkatan konsumsi semennya terus menunjukkan angka yang cukup signifikan yang juga diikuti dengan kemampuan produksi yang cukup baik.

Sumber: Global Cement Review dan ASI yang diolah.