Penjualan Semen di Kalimantan tumbuh 11.5%

Sampai dengan Agustus 2011 penjualan semen di wilayah Kalimantan menunjukkan peningkatan sebesar 11% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.

Tingginya kegiatan ekonomi di Kalimantan menjadi pendorong utama tingginya konsumsi semen di wilayah ini. Selain itu kegiatan-kegiatan lain di sektor pertambangan, perkebunan dan pengolahan mineral juga turut serta menjadi pemicu pembangunan fisik.

Grafik tren penjualan semen di Kalimantan tahun 2007-2011

Grafik berikut adalah merupakan gambaran tren penjualan semen di Kalimantan sejak tahun 2007 hingga 2011, dimana dalam grafik terlihat peningkatan yang cukup tinggi di tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010.

Jika dirinci pada setiap wilayah di Kalimantan, maka Kalbar adalah wilayah tertinggi peningkatannya yaitu sebesar 30.6%, Kalsel 12.4%, Kalteng 5.5%, dan Kaltim 2.7%.

Diperkirakan hingga akhir tahun 2011, angka pertumbuhan konsumsi semen di Kalimantan akan mencapai kisaran 10% seperti yang pernah diproyeksikan sebelumnya.

sumber : data Kementerian Perindustrian dan ASI yang diolah.

Advertisements

Penjualan Semen Agustus 2011

Seperti diprediksi sebelumnya, penjualan semen dalam negeri secara umum pada bulan Agustus 2011 ini ‘melorot’ tajam bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penurunan hingga 18%  ini disebabkan karena bersamaan dengan bulan puasa yang dilanjutkan dengan libur lebaran. Namun apabila dibandingkan dengan bulan Agustus 2010 angka volumenya tidak mengalami perbedaan yang signifikan. Sedangkan secara komulatif selama 8 bulan, penjualan semen di dalam negeri masih menunjukkan peningkatan yang tinggi, yaitu mencapai 13%.

Sampai dengan bulan Agustus 2011, daerah-daerah yang terus menunjukkan peningkatan antara lain Jawa 15%, Sumatera 12%, Kalimantan 11.5%, Sulawesi 13%, Bali-Nustra 9%, dan hanya Maluku-Papua saja yang mengalami penurunan sebesar 11%.

Sumber: ASI dan Perindustrian.