Jalan Tol Trans Jawa

Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan jalan tol trans Jawa sepanjang Cikampek hingga Surabaya terealisasi paling lambat 2014. Proyek jalan tol tersebut terbagi dalam sembilan paket proyek dengan panjang jalan mencapai 617,09 Km. Komitmen pemerintah untuk target pembangunan jalan tol Trans Jawa antara Cikampek hingga Surabaya terealisasi paling lambat 2014 mendatang.

Guna mengerjakan proyek tol tersebut, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) diperkenankan menggunakan dana sekitar 70 persen dari bank sedangkan 30 persen dari pemenuhan dana dari investor jalan tol. Karena itu BUJT harus menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan modal. Karenanya investor harus menyetor modal agar terpenuhi equitasnya. Apabila tidak sanggup dapat dialihkan dan dituangkan dalam revisi perjanjian.

Sejumlah persoalan yang dianggap sebagai kendala adalah karena berlarut-larutnya penyediaan lahan. Anggap saja persoalan komponen konstruksi meningkat. Sejak penandatanganan PPJT tahun 2007 sampai 2011 terjadi inflasi sehingga harus disesuaikan dala rencana bisnis. Pemerintah dapat menyesuaikan dengan besaran tarif dan menambahpanjang konsesi. Selain itu, memang proyek tol tersebut perlu dukungan pemerintah. Proyek-proyek tol Trans Jawa yang terkendala pembebasan lahan antara lain:

Pembangunan jalan tol di Mojokerto, Jawa timur

  • Cikopo – Palimanan, konstruksi belum dimulai, pembebasan lahan baru 45%.
  • Kanci – Pejagan, konstruksi 96%, pembebasan lahan 100%.
  • Pejagan – Pemalang, konstruksi belum dimulai, pembebasan lahan 16,5%.
  • Pemalang – Batang, konstruksi belum mulai, pembebasan lahan baru 2%.
  • Batang – Semarang, konstruksi belum mulai, pembebasan lahan 4,5%.
  • Semarang – Solo, konstruksi 40%, pembebasan lahan hampir selesai.
  • Ungaran – Bawen, pembebasan tanah baru dimulai, konstruksi belum dimulai.
  • Solo – Mantingan – Kertosono, pembebasan tanah 24%, konstruksi baru dimulai.
  • Ngawi – Kertosono, pembebasan tanah 20%.
  • Kertosono – Mojokerto, pembebasan tanah 76%, konstruksi sudah dimulai.
  • Surabaya – Mojokerto, pembebasan tanah 19%.

Proyek tol Trans Jawa merupakan mega proyek yang dicanangkan oleh pemerintah dan sekarang telah berjalan yang menghubungkan Jawa bagian barat hingga bagian timur. Pengerjaan proyek ini adalah proyek utama dari pemerintahan Presiden SBY baik periode pertama maupun periode kedua. Proyek tol Trans Jawa membentang sepanjang lebih kurang 650Km dengan menelan investasi dalam pembebasan tanah sebesar Rp. 5 triliun. Jika dihitung secara kasar biaya perkilometernya akan menelan biaya pembebasan tanah Rp. 8 milyar perkilometer.

Salah satu kondisi jalan tol di China

Proyek tol Trans Jawa tersebut merupakan salah satu percepatan infrastruktur jalan yang mutlak wajib dilaksanakan pemerintah dalam memikat investasi ke Indonesia. Seperti diketahui bersama beberapa indeks tujuan investasi dunia menempatkan infrastruktur Indonesia diposisi yang memprihatinkan dan bisa dibilang buruk. Oleh sebab itu pemerintah melakukan terobosan dengan proyek tol Trans Jawa ini.

sumber: Badan Pengelola Jalan Tol

Advertisements

Industri Semen Mendukung Program Infrastruktur 2011

pembangunan jalan layang dalam kota

Pemerintah berniat menggenjot pembangunan proyek infrastruktur yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 7% per tahun. Dana yang dianggarkan mencapai Rp.126 triliun, dan untuk pertama kalinya Kementerian PU mendapat jatah anggaran terbesar, mengalahkan Kementerian Pendidikan yang selama ini mendapat jatah anggaran terbesar. Beberapa proyek besar yang dibangun menggunakan anggaran tersebut antara lain:

  1. Preservasi jalan nasional sepanjang 35.058,94km.
  2. Preservasi jembatan sepanjang 121.026,71km.
  3. Pembentukan Jabodetabek Transportation Authority (JTA).
  4. Peningkatan kapasitas jalan tol sepanjang 120,35km (RPJMN 2010-2014).
  5. Penyelesaian pengadaan tanah dan konstruksi untuk tol Trans Jawa.
  6. Revisi dan pemutakhiran master plan untuk transportasi Jabodetabek.
  7. Pembangunan konstruksi jalur MRT Lebak Bulus – Hotel Indonesia.
  8. Penuntasan pembiyaan KA Monirel dan melakukan tender kepada investor.
  9. Pembangunan sisa segmen Prupuk-Purwokerto, pelaksanaan konstruksi segmen Cirebon-Prupuk dan Purwokerto-Kroya dan pelaksanaan konstruksi proyek Kutoarjo-Kroya untuk Proyek kereta api double track.
  10. Pengembangan Bandara A.Yani (Semarang), Bandara Samarinda Baru, Bandara Internasional Ngurah Rai, Bandara Sorong, serta bandara untuk angkutan perintis di Kepulauan Maluku dan Papua.
  11. Penyelesaian Bandara Tampa Padang (Mamuju) dan Bandara Internasional Lombok.

Sementara itu proyek yang tengah berjalan saat ini adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2x1000MW di Jawa Tengah, pelaksanaan tender proyek sistem penyediaan air minum Umbulan – Jawa Timur dan proyek pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Infrastruktur sumber daya air juga akan ditekankan pada penyelesaian Waduk Gonggang di daerah aliran sungai Bengawan Solo dan Banjir Kanal Timur (BKT).

Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktur Industri Kimia Hilir mengatakan, apabila program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Pemerintah pada 2011 berjalan lancar, kondisi tersebut akan meningkatkan kebutuhan semen nasional sebesar 10%.

Dengan peluang yang terbuka lebar maka beberapa produsen semen melakukan ekspansi antara lain:

pembangunan pabrik semen Gresik di Tuban

Semen Gresik Group, membangun pembangkit listrik dan pabrik baru dalam rangka percepatan penambahan kapasitas produksi, yaitu pembangunan pabrik baru Semen Gresik di Tuban dengan kapasitas 2,5 juta ton dan Semen Tonasa dengan kapasitas 2,5 juta ton di Pangkep. Sementara itu pabrik Semen Padang juga sedang melakukan modifikasi lini produksi guna menambah kapasitas pabrik sebesar 860 ribu ton pada tahun ini. Diperkirakan jika seluruh proyek pembangunan selesai pada tahun 2012, maka Semen Gresik Group akan memiliki kapasitas terpasang 20juta ton.

pabrik Indocement Tunggal Prakarsa

Indocement Tunggal Prakarsa, yang juga merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia ini sedang melakukan penambahan kapasitas cement mill-nya sebesar 1,5 juta ton yang berlokasi di Cirebon.  Selain itu pihak perusahaan juga akan segera membangun pabrik baru yang berlokasi di Citeureup dengan kapasitas 2 juta ton yang pembangunannya dimulai pada tahun ini dan dijadwalkan selesai pada tahun 2012.

pabrik Holcim Indonesia

Holcim Indonesia, untuk menunjang kinerja perusahaan yang sekarang ini telah memiliki dua pabrik yang masing-masing berlokasi di Narogong dan Cilacap, maka tahun ini perusahaan melakukan penambahan kapasitas pabrik sebesar 2 juta ton dengan membangun pabrik baru yang berlokasi di Tuban Jawa Timur, pabrik tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2013 mendatang.

pabrik Semen Bosowa Maros

Semen Bosowa Maros, meningkatkan kapasitas produksi dari 1,8 juta ton menjadi 3,8 juta ton per tahun dengan menambah unit pabrik penggilingan semen, selain itu perusahaan swasta nasional ini juga berencana akan membangun beberapa pabrik baru.

pabrik Semen Baturaja

Semen Baturaja, akan membangun pabrik penggilingan semen baru, sehingga kemampuan produksi pabrik akan bertambah menjadi 1,8 juta ton.

pabrik Lafarge Cement Indonesia

pabrik Semen Kupang

Sementara itu pada pertengahan tahun 2011 ini ada dua pabrik semen yang beroperasi kembali yaitu Lafarge Cement Indonesia (d/h Semen Andalas Indonesia) yang pada tahun 2004 hancur akibat terjangan tsunami di Aceh, dan pabrik lainnya adalah Semen Kupang yang pada tahun 2009 berhenti beroperasi akibat kesulitan finansial. Walaupun belum berjalan normal, namun kini kedua pabrik tersebut telah bisa menghasilkan produk semen untuk melayani pasar masing-masing.