Beberapa Jenis Semen Yang diproduksi di Indonesia serta Kegunaannya

Berikut ini adalah beberapa jenis semen yang secara umum banyak terdapat di pasaran dan diproduksi oleh pabrikan di Indonesia serta beberapa informasi tentang kegunaannya:

  1. Semen Portland Tipe I. Dikenal pula sebagai ordinary Portland Cement (OPC), merupakan semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain : bangunan, perumahan, gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya.
  2. Semen Portland Tipe II. Dikenal sebagai semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton massa dan bendungan.
  3. Semen Portland Tipe III. Semua jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin. Misalnya digunakan untuk pembuatan jalan raya, bangunan tingkat tinggi dan bandar udara.
  4. Semen Portland Tipe V. Semen jenis ini dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbang pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir.
  5. Portland Pozzolan Cement (PPC). Semen Hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum dan bahan pozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya, jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh.
  6. White Cement / Semen Putih. Semen jenis ini hanya diproduksi oleh pabrik PT. Indocement Tunggal Prakarsa dan secara khusus dipergunakan untuk pembuatan ubin, pemasangan keramik dan beberapa pekerjaan dekorasi interior.
  7. Portland Composite Cement (PCC). Semen hidrolis yang dihasilkan dari penggilangan secara bersama-sama terak semen portland dan gipsum dengan satu atau lebih bahan anorganik lain. Semen jenis ini juga disebut semen portland komposit yang dapat digunakan untuk konstruksi umum seperti pekerjaan beton, pasangan bata, selokan, jalan, pagar dinding dan pembuatan elemen bangunan khusus seperti beton pracetak, beton pratekan, panel beton, bata beton (paving block) dan sebagainya.

sumber : Asosiasi Semen Indonesia

Advertisements

Batubara

Salah satu energi yang terpenting selain listrik pada pabrik semen, adalah energi batubara yang sangat dibutuhkan penggunaannya pada saat proses pembuatan clinker atau terak.

Kebutuhan akan batubara pada industri semen setiap tahun menunjukkan peningkatan seiring dengan tingginya kemampuan produksi dari industri semen itu sendiri. Total kebutuhan batubara pada industri semen tahun ini diperkirakan akan mencapai 8,8 juta ton.

Pada beberapa tahun belakangan ini dengan semakin tingginya harga batubara untuk kalori antara 5800-6500Kcal, para produsen semen mulai melakukan efisiensi dengan mengurangi penggunaan batubara kalori tinggi.