Setelah 3 Tahun Terus Meningkat, Selanjutnya…???

Menyambung posting sebelumnya mengenai penurunan volume ekspor, pada tulisan ini digambarkan bagaimana kondisi penjualan semen domestik selama 3 tahun terkahir, dimana pada tahun 2009 dan 2010 rata-rata penjualan semen domestik perbulannya masih berada pada kisaran 3,5juta ton sampai 4 juta ton.

Saat ini penjualan semen domestik sudah menunjukkan angka pada level 4 juta ton sampai dengan 4,5 juta ton per bulannya, gambaran angka penjualan tersebut juga mencerminkan betapa tingginya kebutuhan semen di dalam negeri saat ini yang kemungkinan besar akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan selama kurun waktu 30 tahun industri semen berjalan, angka penjualan semen nasional belum pernah mencapai 4,3 juta ton, yaitu penjualan pada bulan Juli 2011.

Jika mengamati gambaran tersebut diatas, perlu kiranya menjadi perhatian terutama bagi Pemerintah, untuk terus mendorong para produsen segera melakukan penambahan kapasitas produksi dari industri semen yang ada sekarang ini atau melakukan pembangunan pabrik semen baru. Hal ini perlu dilakukan agar Indonesia tidak tergantung pada produk semen impor di tahun-tahun mendatang.

Mencoba menjawab ‘tanda tanya’ dari judul tulisan ini… Selanjutnya kedepan industri semen Indonesia semakin mampu menjadi industri yang dapat menghasilkan produk yang dicintai oleh masyarakat, tentunya produk dengan  harga yang terjangkau, terjamin kualitas serta kelancaran pasokannya.

Semoga….

 

Advertisements

Trend Penjualan Semen Juli dan Estimasi s/d Desember 2011

Penjualan semen domestik pada bulan Juli 2011 masih cukup tinggi apabila dibandingkan Juli 201o yaitu meningkat sebesar 17%, sedangkan terhadap bulan lalu juga terlihat cukup tingi yaitu meningkat sebesar 7%, dan untuk periode Januari-Juli meningkat 15% apabila dibandingkan dengan tahun 2010. Secara umum pasar domestik masih terus menggeliat sejak beberapa bulan terakhir ini, dimana proyek-proyek berskala besar mulai berjalan yang dampaknya dirasakan beberapa pabrikan, dimana mereka harus fokus pada pasar utama dengan mengurangi pengiriman ke luar pulau maupun ekspor. Namun demikian pasar akan sedikit ‘drop’ pada bulan Agustus ini karena puasa yang dilanjutkan musim libur lebaran. Pasar akan kembali menanjak kencang pada bulan-bulan berikutnya hingga akhir tahun 2011 yang diperkirakan akan mencapai peningkatan sebesar 10%-12%, jauh diatas angka proyeksi yang pernah di-release baik oleh Kemenperin maupun ASI (lihat grafik).

Produksi dari seluruh pabrikan yang ada diperkirakan masih mampu untuk menutupi kebutuhan pasar di dalam negeri, beberapa pabrikan malah sudah tidak melakukan ekspor dan lebih fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada bulan Juli ini ekspor semen turun 30% dibanding bulan Juni, dan selama tujuh bulan ini telah menurun sebesar 51%. Tidak menutup kemungkinan beberapa pabrikan akan melakukan impor clinker untuk membantu tingginya permintaan domestik pada beberapa waktu mendatang.

Harga semen yang berlaku saat ini berdasarkan data Kemendag, masih dalam taraf yang wajar, gejolak harga yang terjadi hanya bersifat sementara saja dan hanya di beberapa daerah saja. Kenaikan harga yang terjadi banyak disebabkan karena adanya kendala pada distribusi akibat kurang baiknya dukungan dari infrastruktur terutama pada sarana pelabuhan bongkar-muat dan jalan raya.

sumber: Kemendag dan ASI yang diolah.

Gambaran Harga Semen – Juni 2011

Sampai dengan bulan Juni tahun ini, harga semen di seluruh wilayah di Indonesia berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan masih terbilang normal, meskipun ada gejolak harga pada beberapa daerah yang sifatnya hanya sementara.

Kenaikan harga yang terjadi disebabkan karena kendala dari sisi transportasi seperti kenaikan tarif kapal pengangkut semen, dan juga akibat dari adanya peraturan di beberapa Pemda mengenai pembatasan tonase untuk truk-truk pengangkut semen, sehingga hal tersebut berdampak pada kenaikkan harga jual semen.