Kendala pada Distribusi

Seringkali kita mendengar berita tentang langkanya pasokan semen dan lonjakan harga di berbagai daerah di tanah air.  Tanpa mencari penyebabnya banyak para pengguna semen terutama para kontraktor menyalahkan pihak pabrikan yang tidak bisa melakukan pengiriman semen dengan kontinuitas yang baik atau lebih kejam lagi para konsumen menuduh pihak pabrikan sengaja menaikkan harga secara sepihak.

Jika kita melihat salah satu kasus yang terjadi di Sumatra Barat, pihak pabrikan akhirnya dengan terpaksa menaikkan harga jual semennya karena tingginya biaya transportasi akibat dari adanya peraturan pembatasan tonase angkutan truk yang tadinya 16ton dibatasi hanya 8ton pada jalan-jalan utama yang dilalui truk-truk tersebut. Jadi dengan biaya angkutan yang sama truk tersebut tidak bisa mengangkut secara maksimal.

Lain lagi dengan apa yang terjadi di Sumatera Selatan, banyaknya jalan yang rusak akibat tanah longsor mengakibatkan truk-truk pengangkut harus mencari jalan alternatif yang jarak tempuhnya menjadi lebih jauh, sehingga berakibat tingginya biaya transportasi dan pasokan semen menjadi lama dalam pengirimannya.

Untuk angkutan laut yang biasanya menggunakan pelabuhan bongkar muat milik Pelindo atau pelabuhan umum, sering terjadi kongesti yang lama karena komoditi semen selalu dikalahkan dengan bahan pokok / sembako. Hal ini juga akan mempengaruhi tingginya biaya transportasi yang berdampak pada kenaikan harga jual semen.

Disinilah perlunya penanganan dari Pemerintah ataupun instansi terkait lainnya dalam memecahkan masalah-masalah yang sering terjadi dalam pendistribusian semen. Tidak bisa ditunda lagi perbaikan dari sisi infrastruktur baik di darat maupun laut untuk lebih memperlancar jalur distribusi terutama untuk semen yang sekarang ini sudah semakin menjadi barang yang strategis.

Advertisements