Konsumsi Semen Percapita

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir konsumsi semen percapita Indonesia menunjukkan angka yang masih cukup rendah, yaitu belum mencapai 200kg percapita penduduknya.

Hal ini mencerminkan daya serap pemakaian semen terhadap pembangunan di Indonesia masih sangatlah rendah. Sektor pembangunan fisik dari proyek-proyek Pemerintah juga belum terlalu bisa diharapkan sebagai penyerap konsumsi semen yang signifikan. Diharapkan pada tahun 2011 ini, dimana mulai terlihat beberapa proyek infrastruktur yang mulai berjalan ditambah lagi dengan semakin maraknya proyek-proyek swasta terutama dari sektor properti, dapat menjadi pemicu peningkatan konsumsi percapita semen bagi Indonesia pada beberapa tahun kedepan.

Berikut ini adalah perbandingan konsumsi semen percapita tahun 2010 di beberapa negara di Asia, dimana Indonesia masih sangatlah tertinggal jauh dari negara-negara lainnya, jika kita melihat ke beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, Brunei atau Singapore yang kesemuanya adalah masih dalam regional ASEAN. Pada keempat negara tersebut terlihat konsumsi semen percapitanya sangatlah tinggi dan ini bisa dijadikan sebagai salah satu indikator peningkatan ekonomi secara keseluruhan.

sumber data: Global Cement Report

Advertisements

Batubara

Salah satu energi yang terpenting selain listrik pada pabrik semen, adalah energi batubara yang sangat dibutuhkan penggunaannya pada saat proses pembuatan clinker atau terak.

Kebutuhan akan batubara pada industri semen setiap tahun menunjukkan peningkatan seiring dengan tingginya kemampuan produksi dari industri semen itu sendiri. Total kebutuhan batubara pada industri semen tahun ini diperkirakan akan mencapai 8,8 juta ton.

Pada beberapa tahun belakangan ini dengan semakin tingginya harga batubara untuk kalori antara 5800-6500Kcal, para produsen semen mulai melakukan efisiensi dengan mengurangi penggunaan batubara kalori tinggi.

Penguasaan Pasar Semen Domestik – Semester 1 2011

Pasar semen domestik pada semester 1 tahun 2011 ini masih didominasi oleh 3 pemain terbesar industri semen di Indonesia seperti SGGroup (SG 21%, SP 12%, ST 8%), Heidelberger (ITP 31%) dan Holcim Indonesia (HI 15%). Sedangkan sisanya dikuasai oleh Lafarge (SAI 4%), Bosowa (SBM 6%) dan Baturaja (SB 3%).  Sementara 1 pabrik lagi yang rencananya akan beroperasi kembali adalah Semen Kupang (SK) yang diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2011 ini.

Secara umum penguasaan oleh ketiga perusahaan terbesar adalah masih di wilayah pulau Jawa yang konsumsi semennya diperkirakan mencapai 60% dari total konsumsi semen nasional, dimana ketiganya pada tahun ini pula melakukan penambahan kapasitas produksi dengan melakukan pembangunan pabrik baru yang berlokasi di pulau Jawa dan diperkirakan pembangunannya selesai pada 2-3 tahun mendatang.