Industri Semen Minta Standarisasi Teknologi Segera Diterapkan

Industri semen nasional meminta pemerintah segera menerapkan
standarisasi teknologi produksi semen guna menjaga kualitas produk setiap produsen semen. Urip Trimuryono, Ketua Asosiasi Semen Indonesia, mengatakan penerapan standarisasi akan menjaga efisiensi produksi, baik dari sisi penggunaan mesin, energi, hingga emisi gas buang.

“Aturan standarisasi teknologi untuk mesin semen tersebut sudah di bahas bersama dengan Kementerian Perindustrian. Kementrian Perindustrian sudah tahu mesin seperti apa yang cocok untuk Indonesia,” katanya kepada IFT.

Menurut Urip, rencana penerapan aturan standarisasi teknologi ini seiring dengan kekhawatiran masuknya mesin produksi semen dari China berteknologi rendah. Apalagi di China sendiri, mesin tersebut sudah di tolak penggunaannya oleh pemerintah setempat.

Salah satu perusahaan semen yang menggunakan mesin asal China adalah Lafarge untuk pabriknya di Nangroe Aceh Darussalam. Hingga kini, mesin tersebut belum juga berproduksi, padahal pembangunan pabrik sudah masuk tahun ketiga. Idealnya dua tahun setelah pembangunan pabrik, akan mesin produksi sudah mulai beroperasi.

Selain Lafarge, pabrik Semen Kupang yang berada di Kupang juga sudah selesai pembangunannya 10 tahun yang lalu, namun sampai sekarang belum bisa berproduksi karena menggunakan mesin China.

“Walaupun tidak di atur, sebetulnya yang mempunyai pabrik bisa melihat. Kalau membeli mesin dari China kemudian rusak, mereka yang rugi,” tuturnya.

Panggah Susanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, sebelumnya mengatakan pemerintah akan mengeluarkan aturan standarisasi untuk level teknologi pada industri hulu semen paling lambat semester II 2011.

Peraturan ini sedang di persiapkan guna efisiensi industri hilir serta memperkuat daya saing untuk industri. Sebab jika industri hulu teknologinya tidak efisien, boros energi, dan tidak ramah lingkungan, maka akan mempengaruhi efisiensi industri hilir. Sehingga teknologi di industri hulu perlu diseleksi dengan satu standar teknologi yang efisien.

“Prioritas pertama adalah standarisasi level teknologi untuk industri hulu. Industri hulu menjadi prioritas karena industri hulu akan menentukan efisiensi industri hilirnya,” ujar Panggah.

Menurut dia, aturan ini sangat penting untuk industri di hulu, karena jika hulunya berkembang, maka hilirnya juga akan berkembang. Apalagi bahan baku tambang di Indonesia berlimpah, sehingga dapat mendukung perkembangan industri hilir.

Regulasi dalam bentuk peraturan menteri perindustrian tersebut nantinya akan mengatur industri hulu strategis, seperti baja, semen dan petrokimia.

sumber : indonesiafinancetoday.com

About im
simple mind to get a great things

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: