Trend Penggunaan Semen Type Portland Composite Cement (PCC)

Tulisan ini dibuat guna melengkapi beberapa tulisan sebelumnya mengenai jenis-jenis semen atau type semen yang diproduksi dan beredar di pasar sekarang ini, dan juga bertujuan untuk lebih mengenalkan kepada para konsumen tentang jenis semen Portland Composite Cement (PCC), mungkin perlu melihat postingan saya sebelumnya baik yang saya tulis maupun ‘rebloged’ dari penulis lainnya.

Grafik berikut adalah gambaran dimana trend penggunaan semen di Indonesia telah beralih dari yang dulunya lebih banyak menggunakan jenis Ordinary Portland Cement (OPC), maka dalam kurun waktu belakangan ini lebih banyak menggunakan PCC.

Grafik trend penggunaan PCC dan OPC tahun 2004-2011

Pada grafik diatas terlihat penggunaan PCC dalam kurun waktu tersebut sudah menunjukkan trend yang terus mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan OPC, perbandingan rata-rata setiap tahunnya adalah 80-20 persen. Pangsa pasar pengguna PCC masih lebih banyak didominasi oleh kelompok pengguna rumah tangga atau bukan proyek-proyek besar baik pemerintah maupun swasta.

sumber : Asosiasi Semen Indonesia.

im:

Catatan tambahan mengenai perbedaan Semen OPC Type I dan PCC.

Originally posted on Prihadisetyo's Weblog:

Semakin mahalnya harga bahan bakar memicu pabrik semen untuk berhemat agar dengan daya beli masyarakat yang barangkali turun, semen tetap terjangkau. Selain itu, dengan perkembangan teknologi bahan, pabrik semen juga berlomba untuk menciptakan produk-produk baru sehingga kadang membingungkan masyarakat. Pada kesempatan ini saya postingkan dua diantara type semen yang ada. Dua tipe ini sering tersedia di pasaran namun karena penggunaannya mirip maka bisa membingungkan kita sebagai konsumen.

Semen adalah perekat hidraulis bahan bangunan, artinya akan jadi perekat bila bercampur dengan air. Bahan dasar semen pada umumnya ada 3 macam yaitu klinker/terak (70% hingga 95%, merupakan hasil olahan pembakaran batu kapur, pasir silika, pasir besi dan lempung), gypsum (sekitar 5%, sebagai zat pelambat pengerasan) dan material ketiga seperti batu kapur, pozzolan, abu terbang, dan lain-lain. Jika unsur ketiga tersebut tidak lebih dari sekitar 3 % umumnya masih memenuhi kualitas tipe 1 atau OPC (Ordinary Portland Cement). Namun bila kandungan material ketiga…

View original 246 more words

Beberapa Jenis Semen Yang diproduksi di Indonesia serta Kegunaannya

Berikut ini adalah beberapa jenis semen yang secara umum banyak terdapat di pasaran dan diproduksi oleh pabrikan di Indonesia serta beberapa informasi tentang kegunaannya:

  1. Semen Portland Tipe I. Dikenal pula sebagai ordinary Portland Cement (OPC), merupakan semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain : bangunan, perumahan, gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya.
  2. Semen Portland Tipe II. Dikenal sebagai semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton massa dan bendungan.
  3. Semen Portland Tipe III. Semua jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin. Misalnya digunakan untuk pembuatan jalan raya, bangunan tingkat tinggi dan bandar udara.
  4. Semen Portland Tipe V. Semen jenis ini dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbang pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir.
  5. Portland Pozzolan Cement (PPC). Semen Hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum dan bahan pozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya, jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh.
  6. White Cement / Semen Putih. Semen jenis ini hanya diproduksi oleh pabrik PT. Indocement Tunggal Prakarsa dan secara khusus dipergunakan untuk pembuatan ubin, pemasangan keramik dan beberapa pekerjaan dekorasi interior.
  7. Portland Composite Cement (PCC). Semen hidrolis yang dihasilkan dari penggilangan secara bersama-sama terak semen portland dan gipsum dengan satu atau lebih bahan anorganik lain. Semen jenis ini juga disebut semen portland komposit yang dapat digunakan untuk konstruksi umum seperti pekerjaan beton, pasangan bata, selokan, jalan, pagar dinding dan pembuatan elemen bangunan khusus seperti beton pracetak, beton pratekan, panel beton, bata beton (paving block) dan sebagainya.

sumber : Asosiasi Semen Indonesia

Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Semen

Beberapa jenis semen yang telah ditetapkan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia yaitu:

  • Semen Portland –  SNI 15-2049-2004
  • Semen Portland Putih – SNI 15-0129-2004
  • Semen Portland Pozolan – SNI 15-0302-2004
  • Semen Portland Komposit – SNI 15-7064-2004
  • Semen Portland Campur – SNI 15-3500-2004
  • Semen Masonry – SNI 15-3758-2004